Tika Sulistiani
1112046200013
Bahasa indonesia
·
Paragraf deskripsi
waktu dan suasana
Suasana kampungku
Waktu
menunjukan pukul 4 sore waktu dimana orang dikampungku sedang bersantai setelah
rutinitasnya dari pagi, langitpun terlihat cerah berwarna biru aku berdiri
tepat didepan pintu rumahku, menikmati segarnya udara sore angin yang begitu
semilir, pohon-pohon yang hijau dan rindangpun menari-nari olehnya, membuat
pikiranpun menjadi tenang, ku langkahkan kakiku berjalan menikmati indahnya
kampungku, kulihat segerombolan ibu-ibu sedang berkumpul dirumah tetanggaku
berbincana-bincang banyak hal dari masakan, dan pekerjaan rumah lainnya bahkan
bergosip sambil menyuapi anak-anak mereka, terlihat ada anak-anak remaja
bermain sepak bola yang sebenarnya itu bukanlah lapangan sepak bola melainkan
sawah yang sedang tidak ditanami padi yang letaknya tepat di sebelah rumahku,
tak hanya anak remaja bapak-bapak bahkan anak kecil yang tak bisa bermain bola
pun ikut meramaikan keseruan permainan tersebut walaupun hanya bisa mengganggu yang
membuat pemain lainnya kesal, anak kecil itupun disuruh untuk duduk menonton
dan mereka malah menangis. sorak-sorak bercampur tangisan anak kecil yang lucu manambah
ramainya suanana sore dikampungku.
Dijalan yang
sedang aku lewati ada anak-anak perempuan yang sedang bermain kelereng,
merekapun tersenyum gembira bergantian melempar kelereng. Terdengar suara
nyaring seorang ibu memanggil anaknya untuk mandi, kumeneruskan langkahku untuk
melihat pemandangn dikampungku, terlihat seorang pedangang bakso yang sedang
mengetuk-ngetuk mangkuknya dengan sendok dan menawarkan bakso dagangannya
“bakso bakso buu pak”.
Burung angsa
berlenggak-lenggok berjalan didepanku dan terkadang angsa-angsa tersebut
mengepakkan sayapnya yang indah dan mengeluarkan suara-suara yang agak
membuatku takut, begitu indahnya kampungku.






0 comments:
Post a Comment