Tika Sulistiani
1112046200013
Bahasa indonesia
· Paragraf deskrisi ruang
Dapurku
` Kulangkahkan
kakiku keluar dari kamarku, dengan semangatpun
langkah kakikupun membawaku menuju
dapur rumahku karena aku merasakan perutku sudah bernyanyi-nyayi dengan merdu menandakan
waktunya makan siang, kubuka pintu dapurku dan mataku langsung tertuju pada
meja makan, semangatku
yang awalnya mengebu-gebu berhenti dengan tiba-tiba setelah ku
melihat meja makanku tak ada satupun lauk yang biasanya sudah tersedia rapi
dipiring dengan berbagai menu, bahkan yang kulihat diatas meja makan dua buah
piring, dua gelas kotor bekas sarapan pagi tadi, kubalikkan badanku dan tepat
didepanku wastafel yang penuh dengan panci, kuali, piring-piring, gelas-gelas,
dan cobek kotor dengan air yang masih menetes dari dikarn yang belum tertutup rapat.
Tepat dikolong wastafel sampah
yang jatuh berserakan karna diorak-arik dua kucing yang berebut tulang ayam
sisa makan tadi pagi, bau yang sangat menyengatpun baru aku rasakan setelah
kudekati tampat sampah itu, bau sisa makanan basi yang bercampur dari menu sisa
tongseng terong, sayur sop,dan banyak lagi sisa makanan dari 2hari yang lalu
belum dibuang. Bau yang membuat kepalaku pusing.
Tepat di sebelah kanan wastafel
kompor yang sangat kotor, berminyak, ada banyak kulit bawang merah dan bawang
putih yang tak di buang, dan banyak bercak-bercak tepung terigu menempel di
kompor itu. Dan akupun baru tersadar lantainya pun terasa lengket dikakiku.
Nafsu makanku menghilang dan dengan segeraku bereskan dapurku.






0 comments:
Post a Comment