LURAGUNG
JAYA
oleh : Ifa Afifah
Pukul 12 siang, siang yang sangat
panas tepatnya matahari menyinari bumi dengan sangat cerah kekuning-kuningan, yang membuat semua manusia
malas untuk bekerja. Karena dengan panasnya, cocok untuk beristirahat di kamar
yang dicolokkan kipas atau berleha-leha untuk menongkrong diwarung sambil minum
yang dingin menyegarkan suasana yang panas. Yang ku lihat adalah di terminal
yang biasa menunggu bus untuk sampai ke tempat tujuannya.
Terminal yang besar, ramainya
manusia, pedagang dan angkutan umum tidak teratur berparkir untuk menunggu
penumpang yang mengakibatkan macet lalu lintas disepanjang perjalanan. Polisi lalu
lintas yang harus mengatur disetiap jalan yang ramai begitupun sekitar terminal
yang sangat padat keluar dan masuknya kendaraan.
Pukul 1 siang, ku masuki mobil yang
bertujuan ke rumahku yaitu Luragung Jaya. Luragung jaya yaitu mobil ekonomi yang
berukuran sangat panjang dan hampir berisi 75 penumpang dan bahkan lebih sampai
padat. Penuhnya mobil Luragung Jaya oleh penumpang dengan sangat ramai.
Peminta-minta, pedagang asongan, penyanyi
karaoke itulah yang biasa hadir pada Luragung Jaya. Kadang tangisan bayi
(Penumpang) dengan panasnya disiang hari menjadi rewel. Tentu jelas ada banyak
perokok yang biasa para wanita terganggu dengan asapnya. Ingin rasanya untuk
cepat sampai ke tujuan.
Jam tangan yang ku pakai ditangan
kanan pukul 13.45 menunjukkan bahwa setiap penumpang sudah memasuki mobil. Selama
4 jam berada diluragung jaya. Dengan banyak yang dirasakan, harus lebih
berhati-hati ditempat yang ramai. Tidak semua merasakan aman dikendaraan umum. Inilah
perjalanan pulang menuju kampung tercinta dengan banyak pengorbanan.






0 comments:
Post a Comment