Satu-satunya waktu yang aku suka
setiap hari adalah waktu sore. Aku menyukai senja. Setelah berlelah-lelah aku
kuliah dengan kegiatan padat seharian, setiap sore hari aku selalu menyaksikan
matahari terbenam. Apalagi letak kamarku di lantai dua dengan jendela besar. Membuatku
sangat puas menatap scene itu setiap sore. Seakan lelahku belajar dan kepenatan
dari kampus terbayar semua dengan langit yang indah.
Subhanallah. Tuhan memang Maha
Kuasa. Dengan kunfayakun, ia telah membuat semua keindahan ini. Begitu pun
dengan sore ini yang dihiasi dengan pelangi. Gerimis kecil siang tadi
menyisakan pelangi sekarang. Burung-burung terlihat lebih lincah terbang di
angkasa. Pikiran usilku sering membuat pengandaian andai aku bisa terbang
seperti mereka.
Aku selalu menunggu jam
menunjukkan pukul 18:20, di saat scene itu dimulai. Jendela kamarku sempurna
menangkap pemandangan itu. Siluet senja ditambah pelangi yang melengkung indah
sekali dipandang mata. Sisa udara siang tadi yang tidak panas pun sejuk sekali
kurasakan.
Jendela kamarku menghadap pantai.
Aku rasa kamar ini diidamkan oleh banyak orang. Jendela besar mendukungku
setiap saat untuk melihat birunya laut dan siluet sepanjang sore. Kamar ini
selalu sejuk karena angin pantai yang menerpa setiap aku membuka jendela. Seolah
aku larut dalam kesejukan hempasan anginnya.
Pohon-pohon yang berjejer rapi di
pantai pun menjadi pelengkap pemandangan-pemandangan indah. Gerakan yang
serentak ketika dihembus angin membuat aku senang melihatnya. Ombak-ombak
berdesir romantis sekali untuk didengar, apalagi untuk pasangan muda-mudi yang
sedang menghabiskan waktu bersama.
Namun, aku tidak perlu
kebersamaan itu. Aku puas jika ini kurasakan sendiri. Siluet senja, lincahnya
burung-burung terbang dan desiran ombak membuat aku semakin cinta dengan
keindahan ini. Momen ini memang aku sisihkan untuk menyendiri. Supaya puas
menikmati semuanya, tidak terganggu oleh siapapun.






0 comments:
Post a Comment