Dongeng Bawang Merah Dan Bawang Putih

(Mencerminkan Persahabatan Alam Dengan Manusia)

Pada zaman dahulu kala di sebuah desa di Indonesia,  Hiduplah seorang janda yang memiliki dua orang anak yang aduhai, yang tak bosen kita pandangnya. Subhanallah, Indahnya ciptaan Tuhan begitu ku sebut dalam hati.ckckckckckckckc….Siapakah dia? Dia adalah Bawang Merah dan Bawang Putih.

Mengingat ayah kandung Bawang Putih telah lama meninggal dunia 2002 silam akibat krisis pangan. Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki sifat dan perangai yang sangat berbeda dan bertolak belakang.
Walaupun Bawang Putih diimpor, Dia hanyalah gadis sederhana yang rendah hati, baik, tekun, ulet, rajin, jujur dan dan tidak sombong. Sementara itu, Bawang Merah hanyalah seorang gadis yang malas, sombong, suka bermewah-mewah, tamak dan pendengki.

Tak asing lagi dipikiran Bawang Putih. Pasalnya, sifat buruk Bawang Merah kian menjadi-jadi akibat ibunya selalu memanjakannya. Maklumlah, Dia ditanam didalam negeri kali yehh, Cape deh. Sang ibu selalu memenuhi semua permintaan dan tuntutan Bawang Merah. Selain itu semua pekerjaan di rumah selalu dilimpahkan kepada Bawang Putih. Mulai dari mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, hampir semua pekerjaan rumah selalu dikerjakan oleh Bawang Putih seorangdiri. “Hmmm…..gadis yang sangat rajin. Sampe-sampe disuruh ambil duit di Bank Century dengan berjalan kaki, walau ribuan kilo jalan yang harus ditempuhnya. Ckckckckc…..

Sementara itu, Bawang Merah dan Ibu Tiri selalu berdandan dan bermalas-malasan. Sehingga yang diperlihatkan hanyalah penampilan yang tak logis dipandang mata, bagi seorang Bawang Putih yang perangainya berbeda. “Huuuuuuuuuuuuuu….sing legowo wae, aku masih punya Allah SWT yang selalu bersamaku dimanapun aku berada,” tutur Bawang Putih.

Maka dari akhir cerita Dongeng ini.

Karena sifat sombong, serakah, dan tamak dari Bawang Merah maka Bawang Putih tidak terima dan berusaha mengikuti apa yang dilakukan Bawang Merah. Waduh…!!!! Maka dengan sengaja ia menaikkan harga tanpa mengikuti arus pasar. Dengan begitu, menyebabkan perekonomian pasar Indonesia gonjang-ganjing tak ketulungan. Haduh……..

Hingga akhirnya ibu-ibu pusing memikirkan harganya yang terus meroket. Sedangkan Bawang Merah masih ongkang-ongkang kaki (Seperti Bos) mikirin cara bagaimana menyelamatkan duit di Bank Century yang telah dipakainya.

Alhasil rakyat menjadi susah serta prihatin terhadap pengeluaran asap dapurnya. Dan akhirnya rakyat harus makan sambel tanpa ditemani dua gadis cantik yang indah kalau dipandang mata, Dia adalah Bawang Merah dan Putih. Hmmmm……sedihnya, hehehehehehehehe.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment