Dengan
perlahan-lahan kubuka pintu kelas, udara sejuk yang berasal dari alat pendingin
ruangan begitu terasa di tubuhku. Sunyi sepi tak ada seorang pun di dalamnya
hanya terdengar hembusan angin dari alat yang membuat dingin tubuhku. Ruangan ini
cukup luas sekitar enam kali enam meter persegi. Ditambah lagi semua kursi mahasiswa
yang masih kosong membuat ruangan ini terasa lebih luas.
Di
ujung tempat aku berdiri terdapat meja dan kursi dosen yang tidak dihiasi dengan
taplak meja ataupun vas bunga. Disudut ruangan tepat di samping kursi dosen
terdapat lemari kecil tak terawat yang pintunya pun sudah rusak terlepas. Berbagai
macam buku dan kertas-kertas tidak terpakai ditaruh seenaknya di dalam lemari.
Aku
memalingkan pandangan ke arah kiri. Terlihat satu buah papan tulis bersih tanpa
ada coretan apapun. Di atas papan tulis tergantung layar slide untuk digunakan
dalam kegiatan belajar mengajar lengkap dengan proyektornya. Tapi sayang,
fasilitas yang sudah disediakan tidak digunakan dan dirawat dengan baik.
Saat
itu suasana mendung dan kaca kelas dilapisi lapisan gelap yang membuat suasana
luar kelas pun terlihat semakin gelap. Matahari tak menyinarkan sinarnya pagi
ini. Aku berjalan perlahan ke deretan kursi paling depan dan menempatinya. Ku palingkan
padangan ke arah kanan. Terdapat kantin yang terlihat berbentuk seperti cangkir
jika dilihat dari tampak atas. Ya itu tempat yang biasa aku datangi saat jam
makan.






0 comments:
Post a Comment