Gersang



Pukul 12, selesai sudah kuliahku hari ini. Kulangkahkan kakiku menuju parkiran dengan langkah yang sedikit malas. Ketika berada diluar, matahari terasa tepat berada diatas kepalaku memancarkan sinar panas yang menyengat kulitku. Beda sekali rasanya dengan ketika aku berada di ruang kelas yang begitu dingin seperti dikurung dalam lemari pendingin.
Biasanya pada jam sekarang ini jalanan ramai oleh anak sekolah karena bertepatan dengan jam bubar sekolah. Malas sekali rasanya meneruskan langkahan kaki ini. Terbesit bayangan ingin kembali lagi ke ruangan rasa lemari pendingin tadi. Ah, tapi bagaimana nasib tugasku yang sudah dikejar deadline kalau aku tidak segera pulang.
Benar saja dugaanku, baru saja keluar gerbang kampus sudah disambut dengan padatnya kendaraan. Sepanjang jalan banyak angkutan umum yang mengetem menunggu penumpang sambil kipas-kipas kegerahan. Bukan hanya karena kegerahan menunggu penumpang. Bukan hanya karena teriknya pancaran matahari tapi juga padatnya kendaraan yang membuat suasana menjadi semakin gersang.
Setelah 50 menit kemudian melewati gersangnya perjalanan akhirnya aku sampai di tujuan akhir. Kuparkirkan motorku dan membereskan semua perlengkapan dengan rapi. Aku berjalan menuju ruangan yang kusebut istanaku dengan tenaga yang tersisa. Mendaratlah tubuhku diatas kasur dan kupejamkan mata. Rasa panas yang kurasakan selama perjalanan kini berganti menjadi rasa sejuk dan nyaman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment