jaka tarub



JAKA TARUB
(AGUNG WAHYU P 1112046200017)



Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di kawasan gunung keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga. Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari sedang mandi di telaga tersebut. Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari, karena tidak menemukan selendangnya, tidak mampu kembali dan akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub lalu muncul dan berpura-pura menolong. Bidadari yang bernama Nawangwulan itu bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub karena hari sudah senja.

Singkat cerita, keduanya lalu menikah. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak. Jaka Tarub yang penasaran tidak menanyakan tetapi langsung membuka tutup penanak nasi. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa.
                                                                  *****
Akibat hal ini, persediaan gabah di lumbung menjadi cepat habis. Ketika persediaan gabah tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendangnya, yang ternyata disembunyikan suaminya di dalam lumbung.

Akhirnya Nawangwulan pun akhirnya pergi menemui suaminya. Dan suaminya meminta maaf kepada Nawangwulan, tetapi Nawangwulan tidak memaafkannya. Jaka Tarub pun pergi ke telaga untuk kembali mengamati 6 bidadari yang biasa mandi di telaga itu dan ia mengambil selendang 6 bidadari itu, tanpa di sadari perbuatan tersebut di ketahui oleh Nawangwulan, dan Nawangwulan pun langsung memberi tahu kepada 6 bidadari temannya itu.
Singkat cerita, bidadari itu tidak bisa kembali ke kahyangan, dan akhirnya mereka memohon kepada Jaka Tarub untuk mengembalikan selendangnya, tetapi Jaka Tarub menolak untuk mengembalikannya. Jaka Tarub pun tambah sakti karena memiliki 7 selendang bidadari itu, karena kesaktiannya Jaka Tarub bisa terbang kemana ia mau. Dan ia pun memutuskan untuk terbang ke kahyangan, disana ia di hormati karena kesaktiannya, lama kelamaan kesaktian Jaka Tarub terbongkar oleh penghuni kahyangan, dan pada akhirnya ia ditangkap dan di penjarakan di kahyangan. Akhirnya 7 bidadari itu pun bisa kembali ke kahyangan dan bisa hidup seperti semula sebagai bidadari.
Setelah sekian lama di penjara akhirnya Jaka Tarub di bebaskan dan ia kembali ke rumahnya, ia pun bertemu Nawangsih yang sudah besar. Karena keturunan bidadari Nawangsih berparas cantik jelita seperti ibunya, kemudian Nawangsih menikah dengan  seorang pengusaha  yang kaya di kampungnya. Setelah beberapa lama menikah Nawangsih pun di karuniai anak, ia pun akhirnya pindah ke kota mengikuti suaminya. Dan Jaka Tarub tinggal sendirian di rumahnya. Pada akhirnya Jaka Tarub mati karena telinganya kemasukan serangga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment