Muhammad Abdul Koharsyah, Deskripsi ( Negeri Para Dewa )



Negeri Para Dewa "Dieng Plateau"

Jumat, 20 Desember 2013, sebelum berangkat menuju Negeri Para Dewa, saya bersama temen-temen yang baru ku kenal berkumpul didepan Istora Senayan, Jakarta. Disana terdapat satu bus pariwisata, Symphoni, yang akan membawa kami menuju negeri para dewa. Waktu menunjukan pukul 19.45 WIB, dimana teman-teman saya sudah berkumpul didepan Istora Senayan.

Detik demi detik, menit demi menit, waktu demi waktu, tak terasa sudah jam 20.30 WIB. Diriku bersama teman-teman beranjak meninggalkan Istora Senayan menuju Negeri Para Dewa "Dieng Plateau". Walau keluar dari Istora Senayan, yang ku dapat hanyalah kemacetan belaka, itu bukan suatu halangan bagi saya dan teman-teman demi menuju negeri para dewa tersebut.

Seiring berjalanya waktu, tak terasa kami telah memasuki kota Wonosobo, Sabtu, 21 Desember 2013, 07.00 WIB. Ketika memasuki kota tersebut rentetan kejadian, pesona bahkan perjalanan silih berganti dalam pikiran saya layaknya sebuah jepretan foto yang menampilkan kisah-kisah unik dalam cerita unik berpetualangan.

Wonderfull, tempat ini indah sekali, sejauh mata memandang kawasan dataran tinggi Dieng berupa dataran yang hijau. Sebelum memasuki kawasan Dieng, saya tertuju pada dua buah gunung yang setia berkolaborasi menjadi satu membentuk keindahan yang tiada tara. Sejenak saya berfikir, terlalu banyak surga-surga keindahan yang tersembunyi di negeri kita, Indonesia. Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya, setelah dilahirkan ditanah Jawa yang menjadikan saya sebagai anak Indonesia seutuhnya dengan sejuta kekayaan alam yang ada.

Setelah melawati dua buah gunung yang indah mempesona, bagaikan melihat bidadari di Surga walaupun hanya dalam mimpi saja. Disana, saya melihat tanaman-tanaman yang ditumbuhi dengan rapi sepertihalnya sayur-mayur yang menjadikan salah satu komoditas utama masyarakat.
Saya bisa menyaksikan secara langsung sayur-mayur yang tumbuh secara subur, terata, serta berjejer berbagai jenis tanaman sayuran. Suatu apresiasi tersendiri kepada para petani kreatif yang mempunyai cara jitu membentuk deretan tanaman tersebut, menjadi suatu bentuk yang indah di pandang mata.

Subhanallah, menambah kebanggaan saya menjadi bagian Indonesia ini, yang kaya dengan alamnya. Namun, sangat disayangkan dari berbagai macam kekayaan alam kita, terdapat segelintir oknum pemerintah daerah ataupun elemen masyarakat yang tidak melestraikan alam kita, yang mengakibatkan bencana alam di negeri ini.

Disitu, saya tersentuh untuk mengucapkan dari lubuk hati yang paling dalam "Kita bersahabat dengan alam, maka alam akan bersahabat dengan kita. Akan tetapi, apabila kita merusak alam, maka alam akan merusak apa yang telah kita perbuat terhadapnya".

Setelah melihat dataran tinggi bersama teman-teman, saya melihat secercah dataran tinggi diiringi dengan pepohonan. Terlihat di tengan dataran tersebut tedapat candi-candi kecil yang unik, orang-orang menyebutnya dengan candi  Dieng.

Konon, Candi Dieng ini merupakan candi tertua di Jawa. Dataran tinggi Dieng bagaikan negeri di atas awan. Terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk dan menyegarkan serta ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan, inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai tempat yang sakral dan tempat bersemayamnya para dewa-dewi.

Memang tuhan menciptkan alam ini begitu indah, yang tidak bisa kita pikirkan dengan uraian kata-kata, serta bagaimana tuhan membuat alam ini yang begitu indah sehingga mempesona dilihat oleh dua bola mata kita. Dari ilmu kehidupan yang ku dapat, bagiku alam adalah rumahku, langit atapku, air nyawaku, tanah alasku, hijau warnaku, gunung istanaku, sungai jalurku, tebing tanggaku.

Ketika sungai deras mengalir keras dan adrenalin ini berpacu keras, tubuh basah dalam arus yang deras, berjuang melawan gelombang alam yang mengobrak abrik aliran darahku, menantang bebatuan yang menghadang melayang , pikiranku adalah ketenangan dengan kuteriakan sungguh indah ciptaan tuhan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment