Hujan di Siang Hari

Hujan di Siang Hari
(Deskripsi Suasana dan Ruang)
            Tak seperti hari biasanya, siang yang selalu ramai dan sesak serta begitu teriknya matahari kini menjadi lebih sendu. Siang yang sepi dan teduh terasa begitu asing. Biasanya di siang hari banyak kendaraan berlalu lalang membuat bising serta kemacetan lalu lintas membuat amarah tak terkendali. Suara klakson yang berdentingan seakan mengajak berkelahi.
            Matahari yang biasanya membakar kulit kini seakan bersahabat denganku. Sesampai dirumah aku duduk santai di pelataran rumah menikmati udara sejuk nan damai siang itu. Angin berhembus, tidak ada kebisingan, maupun debu beterbangan. Semua terasa seperti anugrah yang didatangkan Tuhan di siang itu. Ketika aku memandangi langit tiba-tiba suara gemuruh membangunkanku dari lamunan.
            Tik..tik..tik.. begitu bunyi yang ku dengar, rintik hujan mulai membasahi siang itu. Rintik yang semula kecil mulai menjadi deras, dan berangin. Rintik hujan dan gesekan dedaunan menjadi melodi yang indah di siang itu. Aroma tanahpun menusuk hidungku khas aroma hujan. Lengkap sudah istirahatku siang itu.
Udara semakin lama semakin dingin dan membuat menggigil. Aku beranjak dari pelataran menuju inti rumah, ku lihat jam dinding, ternyata hari mulai sore. Aku bergegas merapihkan seisi rumah dan menanti keluarga untuk berkumpul bercengkrama seraya bergembira.

Oleh : Sabila Aufar

NIM : 1112046200016

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment