Eka Nur Safitri - Deskripsi Suasana dan Waktu


Lingkaran Jingga

Ketika senja mulai datang, dengan warna langit yang berawal dari membiru berubah mengeluarkan jingganya. Aku berjalan menuju pasir halus yang bertepikan dengan air laut. Aku memutuskan untuk duduk beralaskan pasir pantai yang berwarna putih tulang. Mencoba menikmati pemandangan yang telah Tuhan ciptakan. Dengan bertemankan oleh angin yang berhembus dari arah laut. Membuat sebagian tubuhku mulai merasakan kedinginan, namun tidak membuatku untuk beranjak dari sini. Karena ini merupakan pemandangan yang sangat ku nantikan. Suara angin yang berirama terdengar begitu bergemuruh dengan diiringi oleh suara ombak yang menggulung sehingga menyapu setiap pasir pantai yang ia lewati. Kini aku hanya dikelilingi pasir pantai. Ku melihat sebagian air ombak itu seakan ingin menghampiri kakiku.
Tepat 10 meter di sebelah kiriku terdapat karang yang sedang diserang oleh gulungan ombak. Inginku berada kesana namun pikitku mungkin cukup di atas pasir pantai inilah aku berpijak. Dari arah sini, ku pandangi gumpalan awan putih yang tertiup angin dari arah selatan. Dimana awan tersebut yang sebagian dari mereka menutupi lingkaran pusat tata surya galaksi ini. Sekarang tatapanku mulai berpusatkan keindahan yang ku tunggu. Mataku tertuju pada lingkaran yang berwarna jingga itu. Detik berjalan seakan begitu cepatnya dan tak mengenal lelah. Membuat lingkaran jingga yang menjadi pusat pandanganku tidak berbentuk seutuhnya lingkaran. Karena sebagian dibawahnya mulai tenggelam oleh lautan yang luas di hadapanku. Sepertinya aku semakin terbawa suasana ini. Menikmati setiap detik dimana lingkaran jingga itu tenggelam.
Disaat waktu yang semakin bergulir, membuat lingkaran jingga itu menjadi setengah bentuknya. Dan aku disini masih ditemani oleh suara angin yang menderu dan ombak-ombak yang mencoba untuk menghampiri kakiku. Menunggu lingkaran jingga itu sepenuhnya tenggelam. Tanpa melihat jam tangan, aku hanya melihat langit senja yang mulai menghitam. Menghilangkan warna senjanya yang cerah. Dan lingkaran senja itu sekarang bukan lagi berbentuk lingkaran ataupun hanya setengah, namun sudah sepenuhnya tenggelam oleh lautan.
Rasanya bumi ini sekarang berputar begitu cepat. Sehingga pusat pandanganku menghilang begitu cepat pula. Warna langit yang menghitam, sekarang bertemankan oleh bintang-bintang dan bulan. Nampaknya cuaca hari ini begitu cerah sehingga aku mampu menyaksikan keindahan malam ini. Sehingga aku mampu menyaksikan bintang-bintang yang berkelap-kelip itu.
Kini air laut yang mulai pasang, membuat kakiku sekarang mulai tersentuh oleh ombak yang tadinya hanya berjarak 5 meter dariku. Aku merasa terusir oleh ombak tersebut. Membuatku ingin beranjak dari sini. Aku pikir inilah saatku meninggalkan tempat ini. Tempat perpisahan antara aku dengan lingkaran jingga itu. Mungkin di hari esok, jika kecerahan masih hadir, aku masih dapat memandanginya lagi. Memandangi lingkaran jingga yang indah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment