Lingkaran Jingga
Ketika
senja mulai datang, dengan warna langit yang berawal dari membiru berubah
mengeluarkan jingganya. Aku berjalan menuju pasir halus yang bertepikan dengan
air laut. Aku memutuskan untuk duduk beralaskan pasir pantai yang berwarna putih
tulang. Mencoba menikmati pemandangan yang telah Tuhan ciptakan. Dengan bertemankan
oleh angin yang berhembus dari arah laut. Membuat sebagian tubuhku mulai
merasakan kedinginan, namun tidak membuatku untuk beranjak dari sini. Karena ini
merupakan pemandangan yang sangat ku nantikan. Suara angin yang berirama
terdengar begitu bergemuruh dengan diiringi oleh suara ombak yang menggulung
sehingga menyapu setiap pasir pantai yang ia lewati. Kini aku hanya dikelilingi
pasir pantai. Ku melihat sebagian air ombak itu seakan ingin menghampiri
kakiku.
Tepat
10 meter di sebelah kiriku terdapat karang yang sedang diserang oleh gulungan
ombak. Inginku berada kesana namun pikitku mungkin cukup di atas pasir pantai
inilah aku berpijak. Dari arah sini, ku pandangi gumpalan awan putih yang
tertiup angin dari arah selatan. Dimana awan tersebut yang sebagian dari mereka
menutupi lingkaran pusat tata surya galaksi ini. Sekarang tatapanku mulai berpusatkan
keindahan yang ku tunggu. Mataku tertuju pada lingkaran yang berwarna jingga
itu. Detik berjalan seakan begitu cepatnya dan tak mengenal lelah. Membuat lingkaran
jingga yang menjadi pusat pandanganku tidak berbentuk seutuhnya lingkaran. Karena
sebagian dibawahnya mulai tenggelam oleh lautan yang luas di hadapanku. Sepertinya
aku semakin terbawa suasana ini. Menikmati setiap detik dimana lingkaran jingga
itu tenggelam.
Disaat
waktu yang semakin bergulir, membuat lingkaran jingga itu menjadi setengah
bentuknya. Dan aku disini masih ditemani oleh suara angin yang menderu dan
ombak-ombak yang mencoba untuk menghampiri kakiku. Menunggu lingkaran jingga
itu sepenuhnya tenggelam. Tanpa melihat jam tangan, aku hanya melihat langit
senja yang mulai menghitam. Menghilangkan warna senjanya yang cerah. Dan lingkaran
senja itu sekarang bukan lagi berbentuk lingkaran ataupun hanya setengah, namun
sudah sepenuhnya tenggelam oleh lautan.
Rasanya
bumi ini sekarang berputar begitu cepat. Sehingga pusat pandanganku menghilang
begitu cepat pula. Warna langit yang menghitam, sekarang bertemankan oleh
bintang-bintang dan bulan. Nampaknya cuaca hari ini begitu cerah sehingga aku
mampu menyaksikan keindahan malam ini. Sehingga aku mampu menyaksikan
bintang-bintang yang berkelap-kelip itu.
Kini
air laut yang mulai pasang, membuat kakiku sekarang mulai tersentuh oleh ombak
yang tadinya hanya berjarak 5 meter dariku. Aku merasa terusir oleh ombak
tersebut. Membuatku ingin beranjak dari sini. Aku pikir inilah saatku
meninggalkan tempat ini. Tempat perpisahan antara aku dengan lingkaran jingga
itu. Mungkin di hari esok, jika kecerahan masih hadir, aku masih dapat
memandanginya lagi. Memandangi lingkaran jingga yang indah.






0 comments:
Post a Comment