Setelah perkuliahan usai,
aku putuskan untuk segera pulang ke rumah. Siang itu cuaca sangat terik,
ditambah dengan polusi udara ciputat yang sangat mengganggu,
belum lagi dengan angkutan umum yang berhenti tepat di depan kampus UIN JKT membuat jalanan menjadi padat dan membuataku semakin jengkel karna perutku sudah mulai terasa lapar.
Sesampainya di rumah, aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam namun tidak ada jawaban,
lalu aku putus kan untuk segera masuk dan menuju dapur.
Aroma masakan sudah mulai tercium menggelitik hidungku. Ibuku sedang berdiri di sana, di ruang dapur
yang sederhana dan tidak terlalu luas. ia menggulung lengan bajunya sampai siku,
tangannya sibuk memegang spatula dan meracik makanan. Sesekali ia mengambil bumbu dapur
yang tempat nya berada di dalam lemari yang berdiri tegak di tembok atas kompor gas itu, di situ tersusun dengan rapih tempat bumbu dapur
yang sudah dinamai satu persatu.
Di sudut kiri kompor tersebut terdapat meja makan yang
terbuat dari kayu, meja tersebut dilapisi dengan taplak berwarna merah dengan motif
bunga-bunga. Di atas meja tersebut terdapat alatmakan yang sudah disusun walaupun masih kosong isinya,
di pojok meja ada rice cooker dan termos air panas yang serasi berwarna pink muda. Lalu di samping meja tersebut terdapat rak piring dan gelas,
ibuku sangat pintar menatanya sehingga rak tersebut terlihat sangat rapih.
Di sudutlainnya terdapat tempat mencuci piring,
di sana masih terdapat piring kotor yang
belum dicuci. Karna melihat ibuku masih sibuk mengolah masakan,
maka aku putus kan untuk membantunya mencuci piring. Di ujung dekat pintu dapur terdapat kulkas dan
dispenser. Kulkas tersebut sudah penuh dengan tempelan-tempelan sticker ulah dari tangan adikku.






0 comments:
Post a Comment