Ketika
aku membuka pintu musala FSH lantai tiga, hal yang pertama aku dapati udara
pengap yang bercampur dengan bau tidak sedap dari karpet yang agak basah. Bau
itu sangat menyengat serta adanya suara bising yang berasal dari kipas angin
yang begitu penuh dengan debu. Belum lagi aroma masakan dari dapur sebelah musala
yang menyelinap masuk tanpa permisi. Ini yang membuat ruangan ibadah yang
seharusnya bersih dan nyaman menjadi tempat yang aku fikir kurang
nyaman. Ruangan ini sebenarnya cukup luas kira kira berukuran empat kali empat meter persegi, namun penataan ruang yang tidak
teratur membuat ruangan ini menjadi begitu sempit. Belum lagi banyaknya orang
yang memasuki ruangan ini ketika waktu sholat telah tiba.
Saf antara pria dan wanita menjadi tidak teratur . Saf yang
seharusnya antara pria dan wanita terpisah, menjadi bercampur. Saf yang
seharusnya pria berada di depan, menjadi sejajar dengan saf wanita. Ini
pemandangan yang sudah biasa kudapati ketika aku memasuki ruangan ini. Di
dinding sebelah kanan dan depan ruangan terdapat rangkaian kaca transparan yang
membuat cahaya matahari membias ke dalam ruangan serta dua buah lampu yang
membuat ruangan ini menjadi terang. Tepat dia seberang pintu terdapat papan
penujuk kiblat. Di sampingnya terdapat sebuah kipas angin.
Sebuah lemari kayu kecil yang pintu-pintunya sudah tidak
tahu kemana menghiasi sisi pojok kanan ruangan ini. Lemari itu berisi banyak
mukena untuk digunakan wanita shalat. Mukena itu terlihat begitu kusam dan
berbau. Walau terkadang mukena-mukena itu bersih dan wangi, tetapi itu hanya
bertahan sekitar seminggu saja. Mukena-mukena tersebut dibiarkan tergeletak
di samping pojok bawah lemari dan tidak terurus.
Di samping lemari tersebut terdapat sebuah cermin yang berukuran
kira-kira 40 cm x 80cm. Cermin itu digunakan oleh para wanita untuk berhias
atau hanya sekedar merapikan hijab mereka.
Di dinding sebelah kiri atas terdapat sebuah pendingin
ruangan. Tepat di bawahnya pun terdapat tempat remote pendingin ruangan yang
entah kemana remote pendingin ruangan tersebut. Hal inilah yang membuat ruangan
penuh sesak dan pengap karena tidak berfungsinya pendingin ruangan itu. Kini
tiba waktunya aku salat untuk menyembah sang Pencipta.






0 comments:
Post a Comment