Eka Nur Safitri - Deskripsi Ruang



Ruang Tamu Bunda Citra

            Aku mengendarai motor meatikku melewati komplek ini. Blok demi blok telah aku lewati. Dan pada akhirnya aku menemukan blok yang aku cari. Blok H, aku segera masuk dan tepat di samping blok terdapat rumah bertingkat. Jika aku amati, aku amati rumah ini memiliki luas sekitar 160 meter. Rumah yang didominasi dengan warna abu-abu muda, yang tidak memiliki halaman, tetapi hanya memiliki garasi yang berukuran cukup untuk menempatkan satu buah mobil dan satu buah motor.
         Pagar besinya yang tinggi dan terpasang fiber di balik pagar tersebut , dan hal tersebut menghalangi pandanganku untuk melihat ke arah rumah tersebut. Tapi rasa penasaranku makin tinggi, terdapat bel rumah yang dapat aku bunyikan bila aku menekannya. Aku memutuskan untuk menekan tombol tersebut. Dan setelah ku tekan tombol itu, tak lama kemudian sosok perempuan muncul dari balik pintu dan segera menghampiriku yang masih berada di luar pagar rumah ini. Wanita tersebut menanyakan keperluanku dan setelah itu baru aku dipersilahkan untuk memasuki rumahnya. Ternyata itu adalah anak dari orang yang aku cari.
            Ku melihat pintu yang terletak di sebelah kiri dari garasi tersebut, dan itulah pintu masuk dari rumah ini. Pintu yang terbuat dari kayu jati dengan berpoleskan warna putih. Dan disamping pintu itu terdapat tiga jendela yang berukuran ¾ dari panjang pintu tersebut. Ketika aku memasuki ruangan di balik pintu ini, aku melihat ruangan yang biasa orang lain menyebutnya dengan ruang tamu. Aku perkirakan ruangan ini berukuran 4x6 meter. Kesan pertama yang aku rasakan saat aku memasuki ruangan ini adalah kesejukan, hal itu dikarenakan pendingin ruangan yang terpasang di tepat pada sisi tengah ruangan sebelah kiri dari pintu ini. Ku hirup aroma apel dari ruangan ini, ternyata hal itu terjadi karena terpasang pula pengharum ruangan yang menggantung pada sisi bawah pendingin ruangan tersebut.
            Ruangan ini juga memiliki warna abu-abu pada dindingnya. Membuat kesan minimalis ketika aku memandanginya. Terdapat beberapa sofa berwarna hitam, ada 4 sofa yang masih satu jenis. Ada sofa yang bentuknya paling panjang di ruangan ini dan sofa itu terletak di seberang jendela dengan menghadap persis ke arah jendela rumah ini. Dan tepat di seberang sofa panjang ini terdapat dua buah sofa yang berukuran lebih kecil. Dan satu sofa yang berukuran kecil juga terdapat tepat di bawah pendingin ruangan. Aku dipersilahkan untuk duduk di salah satu dari sofa-sofa tersebut. Dan aku memilih untuk duduk di atas sofa yang paling panjang di ruangan ini. Dari sini aku juga melihat terdapat meja tamu yang berukuran ¾ dari sofa panjang, berdiri tepat ditengah-tengah sofa-sofa ini. Meja yang berbentuk persegi panjang, dengan kaca bening sebagai mahkota dari meja ini, dimana meja ini disanggah oleh kayu yang bercatkan warna hitam pula, sama persis dengan sofanya.
            Sekarang mataku berkeliling, mengitari seluruh ruangan ini. Terdapat dua buah meja berbentuk lingkaran dan bermahkotakan kaca bening pula, yang berukuran sekitar 35cm. Meja itu adalah tempat untuk menaruh sebuah vas bunga cantik. Dan ketika aku membalikkan kepalaku, aku melihat bingkai kaligrafi yang terpajang pada dinding ini. Terlihat indah dengan segala jenis ukirannya. Aku juga melihat meja yang terletak pada sisi kiriku, tepat di tengah dan berseberangan dengan pendingin ruangan ini. Aku melihat beberapa penghargaan dan 3 buah piala terpajang di atas meja tersebut dan ada juga beberapa bingkai foto. Aku melihat 4 bingkai foto, salah satu diantaranya adalah foto keluarga dan aku mengenal satu orang diantaranya. Dan terdapat beberapa laci pada meja tersebut, namun aku tak dapat mengetahui apa isi dari laci-laci tersebut. Pandanganku mengenai ruangan ini terhentikan ketika seseorang datang dan mengejutkanku. Akhirnya Bunda Citra muncul juga di hadapanku. Saat itu pula aku segera menyampaikan alasan kedatanganku ke rumah ini. Dan aku pun berbincang-bincang dengan wanita ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment