Kamar Malaikat Kecilku
Begitu
kubuka pintu, sayup – sayup kudengar suara alunan musik piano. Alunan melodi
yang berasal dari piano mainan, yang senantiasa ada di atas meja kecil
disebelah deretan lemari di pojok sebelah kanan ruangan ini. Alunan melodi yang indah membuat bayi mungilku
tertidur dengan pulasnya. Terkadang aku pun dibuat ngantuk bila berada di kamar
anakku.
Sebelah kiri tembok sengaja kupasang foto
pernikahanku dan suamiku. Dan disebelahnya sengaja pula, kupasang foto bayi
mungilku yang belum lama ini terlahir di dunia. Sebelah kanan tembok, kembali
kupasang foto-foto anakku, yang tak lain kakak – kakak dari bayi mungilku.
Dengan jajaran tiga foto layaknya sebuah
piramida. Figura yang berwarna biru muda berbentuk oval, sengaja kusamakan
dengan warna tembok kamar bayiku yang berwarna biru pula. Foto yang pertama,
terlihat anak perempuanku dengan senyuman khasnya menyingirkan gigi dan memeluk
boneka Barbie kesayangannya. Foto yang kedua, anak lelakiku dengan baju
favoritnya yang bergambar Power Rangers dan berpose dengan gaya tokoh Power
Rangers favoritnya. Dan foto yang terakhir, foto bayi mungilku yang belum lama
terlahir di dunia. Masih merah merona dengan mata tertutup, tentunya tidak ada
ekspresi apapun dalam foto bayiku hanya tertidur dengan pulasnya.
Di sebelah kanan pojok, terlihat dua lemari
yang kukhususkan untuk perlengkapan bayiku, dari mulai pakaian, alat mandi dan
perlengkapan lainnya. Lemari putih yang pertama tidak terlalu besar hanya
dengan lebar satu meter, dan tinggi dua meter kurasa cukup untuk menyimpan
segala peralatan kebutuhan bayiku. Lemari yang kedua ukurannya sekitar lebar
dua meter dan tinggi dua meter, berwarna biru yang terbuat dari plastik. Lemari
ini untuk menyimpan segala mainan bayiku, dan ada beberapa kado pemberian
dari beberapa sahabatku.
Tak
berapa jauh dari deretan lemari terlihat sebuah meja dan kursi kecil, yang
sekilas seperti meja belajar. Meja berwarna putih ini ukurannya tidak terlalu
besar. Dengan bentuk persegi cukup untuk tempat membaca dan menaruh beberapa
buku. Meja tersebut biasa kugunakan untuk belajar sambil menjaga bayi kecilku.
Karena aku masih tercatat sebagai
mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.
Tepat
di tengah ruangan terdapat kasur berukuran King. Tak kuberikan spring bead di
tempat tidur bayiku, karena aku takut anakku terperosok jatuh ke bawah lantai.
Dengan sprei berwarna biru dan corak gambar Winnie the Pooh semakin membuat suasana
begitu lucu. Boneka Winnie the Pooh yang ukurannya tidak terlalu besar kusimpan
sengaja dipojok kasur bayiku.
Kelambu
putih yang menutupi kasur terlihat sangat elok, layaknya kamar tidur khas Jawa.
Sebenarnya bukan karena kami keturunan Jawa, namun itu dikhususkan untuk mencegah
bayiku terkena gigitan nyamuk. Disamping tembok kasur, tempelan ayat suci
Al-Quran. Kaligrafi warna cokelat itu baru saja dipasang oleh suamiku. Tepat
tak jauh dari kaligrafi itu kotak besi yang ukurannya kecil, kuisi dengan perlengkapan P3K tertempel di
tembok.
Karpet
merah yang tergelar di samping kasur biasa kupakai untuk duduk sambil bersenda
gurau dengan anakku. Motif Mickey Minnie yang dipilihkan oleh anakku yang
pertama, membuat suasana kamar bayiku semakin berwarna. Disamping karpet itu
terdapat keranjang plastik warna biru, yang didalamnya banyak mainnan edukatif
untuk bayiku, seperti kencringan, bola – bola plastik warna warni. Ada pula
bola – bola yang terbuat dari kain, bola kain ukurannya kira-kira sebesar bola sepakbola. Semua mainan itu
berfungsi untuk menunjang perkembangan bayiku.
TV
hitam flat yang berukuran 21 inci yang terpasang di tembok disebelah kaligrafi
itu jarang sekali kunyalakan, suamiku pun bahkan hampir tak pernah menyalakannya.
Meja kecil tempat menyimpan DVD berada di bawah TV. Terkadang anakku yang
pertama yang suka menyetel kaset DVD Spongebob, Upin dan Ipin, Doraemon dan
tentunya film Barbie kesukaannya.
Suhu
ruangan yang dingin karena ber-AC membuat bayi mungilku tertidur dengan
pulasnya. AC yang terpasang diatas pojok kiri ruangan ini sebenarnya sering
bocor. Namun setelah kemarin di service sudah tidak pernah bocor lagi. Meskipun
suhu ruangan yang dingin tidak membuat bayiku rewel, ia malah asyik tertidur
dengan pipi meronanya. Bahkan terkadang suamiku dan anak keduaku tertidur pula
di kamar bayi mungilku.
Lampu
duduk bermotif Winnie the Pooh berada di atas meja kecil disamping karpet.
Disamping lampu terdapat beberapa foto bayiku yang dibingkai dengan figura
motif Winnie the Pooh pula. Terkadang bayiku tertawa sendiri ketika menoleh ke
arah foto itu. Bayi mungilku, malaikat kecilku yang kuberi nama Qinthar Andhika
Putra.






0 comments:
Post a Comment