Deskripsi Ruang - Kamar Malaikat Kecilku - Ria Ariyani Putra 1112046200024


Kamar Malaikat Kecilku

Begitu kubuka pintu, sayup – sayup kudengar suara alunan musik piano. Alunan melodi yang berasal dari piano mainan, yang senantiasa ada di atas meja kecil disebelah deretan lemari di pojok sebelah kanan ruangan ini. Alunan  melodi yang indah membuat bayi mungilku tertidur dengan pulasnya. Terkadang aku pun dibuat ngantuk bila berada di kamar anakku.

Sebelah kiri tembok sengaja kupasang foto pernikahanku dan suamiku. Dan disebelahnya sengaja pula, kupasang foto bayi mungilku yang belum lama ini terlahir di dunia. Sebelah kanan tembok, kembali kupasang foto-foto anakku, yang tak lain kakak – kakak dari bayi mungilku. Dengan jajaran tiga foto  layaknya sebuah piramida. Figura yang berwarna biru muda berbentuk oval, sengaja kusamakan dengan warna tembok kamar bayiku yang berwarna biru pula. Foto yang pertama, terlihat anak perempuanku dengan senyuman khasnya menyingirkan gigi dan memeluk boneka Barbie kesayangannya. Foto yang kedua, anak lelakiku dengan baju favoritnya yang bergambar Power Rangers dan berpose dengan gaya tokoh Power Rangers favoritnya. Dan foto yang terakhir, foto bayi mungilku yang belum lama terlahir di dunia. Masih merah merona dengan mata tertutup, tentunya tidak ada ekspresi apapun dalam foto bayiku hanya tertidur dengan pulasnya. 

Di sebelah kanan pojok, terlihat dua lemari yang kukhususkan untuk perlengkapan bayiku, dari mulai pakaian, alat mandi dan perlengkapan lainnya. Lemari putih yang pertama tidak terlalu besar hanya dengan lebar satu meter, dan tinggi dua meter kurasa cukup untuk menyimpan segala peralatan kebutuhan bayiku. Lemari yang kedua ukurannya sekitar lebar dua meter dan tinggi dua meter, berwarna biru yang terbuat dari plastik. Lemari ini untuk menyimpan segala mainan bayiku, dan ada beberapa  kado pemberian  dari beberapa sahabatku.

Tak berapa jauh dari deretan lemari terlihat sebuah meja dan kursi kecil, yang sekilas seperti meja belajar. Meja berwarna putih ini ukurannya tidak terlalu besar. Dengan bentuk persegi cukup untuk tempat membaca dan menaruh beberapa buku. Meja tersebut biasa kugunakan untuk belajar sambil menjaga bayi kecilku. Karena  aku masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Tepat di tengah ruangan terdapat kasur berukuran King. Tak kuberikan spring bead di tempat tidur bayiku, karena aku takut anakku terperosok jatuh ke bawah lantai. Dengan sprei berwarna biru dan corak gambar Winnie the Pooh semakin membuat suasana begitu lucu. Boneka Winnie the Pooh yang ukurannya tidak terlalu besar kusimpan sengaja dipojok kasur bayiku.

Kelambu putih yang menutupi kasur terlihat sangat elok, layaknya kamar tidur khas Jawa. Sebenarnya bukan karena kami keturunan Jawa, namun itu dikhususkan untuk mencegah bayiku terkena gigitan nyamuk. Disamping tembok kasur, tempelan ayat suci Al-Quran. Kaligrafi warna cokelat itu baru saja dipasang oleh suamiku. Tepat tak jauh dari kaligrafi itu kotak besi yang ukurannya kecil,  kuisi dengan perlengkapan P3K tertempel di tembok.

Karpet merah yang tergelar di samping kasur biasa kupakai untuk duduk sambil bersenda gurau dengan anakku. Motif Mickey Minnie yang dipilihkan oleh anakku yang pertama, membuat suasana kamar bayiku semakin berwarna. Disamping karpet itu terdapat keranjang plastik warna biru, yang didalamnya banyak mainnan edukatif untuk bayiku, seperti kencringan, bola – bola plastik warna warni. Ada pula bola – bola yang terbuat dari kain, bola kain ukurannya kira-kira  sebesar bola sepakbola. Semua mainan itu berfungsi untuk menunjang perkembangan bayiku.

TV hitam flat yang berukuran 21 inci yang terpasang di tembok disebelah kaligrafi itu jarang sekali kunyalakan, suamiku pun bahkan hampir tak pernah menyalakannya. Meja kecil tempat menyimpan DVD berada di bawah TV. Terkadang anakku yang pertama yang suka menyetel kaset DVD Spongebob, Upin dan Ipin, Doraemon dan tentunya film Barbie kesukaannya.

Suhu ruangan yang dingin karena ber-AC membuat bayi mungilku tertidur dengan pulasnya. AC yang terpasang diatas pojok kiri ruangan ini sebenarnya sering bocor. Namun setelah kemarin di service sudah tidak pernah bocor lagi. Meskipun suhu ruangan yang dingin tidak membuat bayiku rewel, ia malah asyik tertidur dengan pipi meronanya. Bahkan terkadang suamiku dan anak keduaku tertidur pula di kamar bayi mungilku.

Lampu duduk bermotif Winnie the Pooh berada di atas meja kecil disamping karpet. Disamping lampu terdapat beberapa foto bayiku yang dibingkai dengan figura motif Winnie the Pooh pula. Terkadang bayiku tertawa sendiri ketika menoleh ke arah foto itu. Bayi mungilku, malaikat kecilku yang kuberi nama Qinthar Andhika Putra.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment