Malam
Tahun Baru
Pukul delapan malam, keramaian terlihat di sepanjang
jalanan kota. Desiran angin malam seakan membuat malam ini begitu hangat.
Kelap-kelip lampu jalanan yang berwarna-warni, petasan yang memancar
dimana-mana terompet pun silih berganti bertahutan. Malam di awal bulan Januari
yang indah. Pergantian malam tahun baru yang meriah.
Pada saat ini orang-orang sengaja berada diluar
rumah, ingin melihat riuhnya pesta kembang api. Hiruk pikuk orang di sepanjang
jalanan kota. Tukang dagang terompet sepertinya laris malam ini, begitu juga
aneka pedagang makanan, yang disinggahi oleh para pengunjung. Baik muda ataupun
dewasa bahkan tua, seakan terhanyut pada ramainya pesta tahun baru. Akupun
terhanyut dalam ramainya malam ini, berada diantara kerumunan pesta ini.
Tepat di sebelah depan tempatku berdiri, terlihat
seorang anak laki-laki kecil yang merengek meminta dibelikan terompet kepada
ayahnya. Sang ayah pun segera membelikannya, terompet berbentuk naga dengan
warna kuning yang ukurannya tidak terlalu besar itu pun segera diberikan kepada
anaknya. Tidak berapa lama tertawalah anak kecil itu. Sepertinya sang ayah
tidak mau membuat anaknya bersedih hati.
Di sekelilingku jelas sekali hiruk pikuk keramaian,
sesekali aku menoleh kearah sampingku, ternyata pandanganku menangkap sepasang
muda mudi yang sedang mengobrol dengan asyiknya. Entahlah ABG itu apa sedang
pacaran atau tidak, terkadang si wanita itu tertawa kecil dan si pria memegang
tangan wanita itu. Mereka berjalan bergandengan tangan layaknya dua sejoli yang
dimabuk cinta. Mengerikan fikirku seketika, teringat akan pesan orang tuaku
untuk jangan dulu berpacaran sebelum aku lulus dari Perguruan Tinggi. Tak jauh
disamping muda mudi itu ada tukang balon gas berbentuk tokoh-tokoh kartun masa
kini. Ada balon dengan bentuk Doraemon, Spongebob, ,Minion dan sebagainya.
Sesekali pedagang itu menyahut dan berteriak dengan suara lantang menawarkan
barang dagangannya.
Sesekali gemerlap kembang api sudah terlihat di
angkasa. Kelap-kelip di gelapnya malam. Ketika terlihat ada kembang api di
langit, banyak orang yang berteriak kegirangan. Di belakangku terdengar
samar-samar anak kecil menangis. “ janganlah nak dekat-dekat , nanti kena
percikan kembang api nak!” si ibu berkata halus kepada anak lelaki
kecilnya. Si anak seakan tak peduli malah menangis sejadinya. “hmm..” gumamku
sambil mendengus pelan. Tak jelas kulihat ibu dan anak kecil tersebut
dipadatnya kerumunan malam ini. Hanya suaranya yang terdengar ditengah
kerumunan ini.
Aku terhentak dan segera menoleh kearah pusat suara
yang melintas persis di depanku. “ it’s the start of the new year baby, baby
yeah.. And i know what to do with it..” sepenggalan lirik itu tak terdengar
asing bagiku. Lagu dengan judul Happy New Year, milik Justin Bieber feat
Jaden Smith itu dinyanyikan oleh sekelompok pemuda. Mereka bernyanyi dengan
diiringi musik di kaset dvd menaiki mobil layaknya sedang karnaval. Namun
pertunjukkannya cukup sukses untuk membuat para pengunjung jalanan kota ini
menoleh kepadanya.
Pukul dua belas malam nanti pesta ini akan lebih
sangat meriah, dimana puncak pergantian malam tahun baru. Ingin sekali aku
menyaksikan sampai tengah malam ini, namun teringat pesan Ayah dan Ibu untuk
segera menyuruhku pulang sebelum pukul sembilan malam. Aku pun segera bergegas
mengajak sahabatku Tina untuk pulang.






0 comments:
Post a Comment