deskripsi - suasana dan waktu (Malam Tahun Baru) - Ria Ariyani Putra 1112046200024


Malam Tahun Baru

Pukul delapan malam, keramaian terlihat di sepanjang jalanan kota. Desiran angin malam seakan membuat malam ini begitu hangat. Kelap-kelip lampu jalanan yang berwarna-warni, petasan yang memancar dimana-mana terompet pun silih berganti bertahutan. Malam di awal bulan Januari yang indah. Pergantian malam tahun baru yang meriah.

Pada saat ini orang-orang sengaja berada diluar rumah, ingin melihat riuhnya pesta kembang api. Hiruk pikuk orang di sepanjang jalanan kota. Tukang dagang terompet sepertinya laris malam ini, begitu juga aneka pedagang makanan, yang disinggahi oleh para pengunjung. Baik muda ataupun dewasa bahkan tua, seakan terhanyut pada ramainya pesta tahun baru. Akupun terhanyut dalam ramainya malam ini, berada diantara kerumunan pesta ini.

Tepat di sebelah depan tempatku berdiri, terlihat seorang anak laki-laki kecil yang merengek meminta dibelikan terompet kepada ayahnya. Sang ayah pun segera membelikannya, terompet berbentuk naga dengan warna kuning yang ukurannya tidak terlalu besar itu pun segera diberikan kepada anaknya. Tidak berapa lama tertawalah anak kecil itu. Sepertinya sang ayah tidak mau membuat anaknya bersedih hati.

Di sekelilingku jelas sekali hiruk pikuk keramaian, sesekali aku menoleh kearah sampingku, ternyata pandanganku menangkap sepasang muda mudi yang sedang mengobrol dengan asyiknya. Entahlah ABG itu apa sedang pacaran atau tidak, terkadang si wanita itu tertawa kecil dan si pria memegang tangan wanita itu. Mereka berjalan bergandengan tangan layaknya dua sejoli yang dimabuk cinta. Mengerikan fikirku seketika, teringat akan pesan orang tuaku untuk jangan dulu berpacaran sebelum aku lulus dari Perguruan Tinggi. Tak jauh disamping muda mudi itu ada tukang balon gas berbentuk tokoh-tokoh kartun masa kini. Ada balon dengan bentuk Doraemon, Spongebob, ,Minion dan sebagainya. Sesekali pedagang itu menyahut dan berteriak dengan suara lantang menawarkan barang dagangannya.

Sesekali gemerlap kembang api sudah terlihat di angkasa. Kelap-kelip di gelapnya malam. Ketika terlihat ada kembang api di langit, banyak orang yang berteriak kegirangan. Di belakangku terdengar samar-samar anak kecil menangis. “ janganlah nak dekat-dekat , nanti kena percikan kembang api nak!” si ibu berkata halus kepada anak lelaki kecilnya. Si anak seakan tak peduli malah menangis sejadinya. “hmm..” gumamku sambil mendengus pelan. Tak jelas kulihat ibu dan anak kecil tersebut dipadatnya kerumunan malam ini. Hanya suaranya yang terdengar ditengah kerumunan ini.

Aku terhentak dan segera menoleh kearah pusat suara yang melintas persis di depanku. “ it’s the start of the new year baby, baby yeah.. And i know what to do with it..” sepenggalan lirik itu tak terdengar asing bagiku. Lagu dengan judul Happy New Year, milik Justin Bieber feat Jaden Smith itu dinyanyikan oleh sekelompok pemuda. Mereka bernyanyi dengan diiringi musik di kaset dvd menaiki mobil layaknya sedang karnaval. Namun pertunjukkannya cukup sukses untuk membuat para pengunjung jalanan kota ini menoleh kepadanya.

Pukul dua belas malam nanti pesta ini akan lebih sangat meriah, dimana puncak pergantian malam tahun baru. Ingin sekali aku menyaksikan sampai tengah malam ini, namun teringat pesan Ayah dan Ibu untuk segera menyuruhku pulang sebelum pukul sembilan malam. Aku pun segera bergegas mengajak sahabatku Tina untuk pulang.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment