PAGI DI MAGETAN
“Magetan . . . Magetan !!!!”, Teriak kernet bus yang aku naiki ini.
Segera aku beranjak dari tempat dudukku dan maju kedepan pintu bus untuk turun.
Ku lihat jam yang ada ditanganku, ternyata sudah jam enam pagi dan aku sudah
menginjakkan kakiku di kampung halamanku ini. Kota Magetan, kota yang dikenal banyak
orang karena kerajinan kulitnya. Matahari bersinar begitu cerah dipagi ini. Meskipun
begitu udara disini sangat dingin sekali, sama seperti kalau kita kepuncak. Di
seberang jalan tampak kakekku sudah menungguku disamping motornya, segera aku
menghampirinya. Jarak rumahku dari jalan raya utama ini lumayan jauh.
Hari ini aku pulang kekampung halamanku bertepatan dengan hari jadi
kota Magetan ke-338. Di pinggir jalan banyak sekali terpasang spanduk-spanduk
dan umbul-umbul ucapan selamat ulang tahun dari berbagai kalangan. Tidak heran
kalau disepanjang jalan aku melihat Pegawai Negeri Sipil, guru-guru dan
murid-murid sekolah yang berangkat ketempat kerja dan sekolah, terlihat kompak
mengenakan seragam batik bermotif pring (bambu) sedapur batik asli khas kota
Magetan .
Selama perjalanan menuju kerumahku, aku disuguhi pemandangan yang
sangat indah sekali. Tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang. Sehingga membuat
udara disini begitu segar, berbeda dengan dikota yang tidak ada jalan yang tidak sepi, semuanya
penuh dengan kendaraan baik itu mobil, motor dan lain-lain, yang akhirnya
membuat udara dikota penuh dengan polusi. Pemandangan dikanan kiri jalan sangat
indah sekali. Pemandangan gunung lawu yang begitu indah. Hamparan sawah-sawah, yang
tampak masih hijau. Dan perkebunan strawberry yang buahnya sudah mulai memerah.
Tak sabar rasanya ingin memetik dan memakan buah itu. Aku juga melihat beberapa
orang berjalan beriringan dipinggir jalan, ada yang pergi kepasar, kesawah dan
kekebun.
Tanpa kusadari sebentar lagi aku akan sampai dirumah. Rasanya
begitu singkat aku menikmati pemandangan yang begitu indah tadi. Mata ini seolah
tidak puas dan ingin melihat lagi betapa
sungguh indahnya ciptaan dari Sang Kuasa.






0 comments:
Post a Comment