Suasana Maghrib di Teras Rumahku



Matahari mulai tenggelam, langit mulai berwarna merah kejinggaan yang akan berubah menjadi biru kehitaman. Lantunan adzan berkumandang, menandakan sudah masuk waktu maghrib. Kicauan burung terdengar bersautan dengan kumandang adzan. Anak-anak kecil mulai berlari kecil menuju rumahnya .  Di teras rumahku, terdapat enam buah bangku berwarna coklat dan kuning saling berhadapan, di tengahnya terdapat meja kayu berbentuk persegi panjang. Dinding teras rumahku berwarna coklat dan putih. Di teras rumahku ,terdapat empat sangkar burung yang di dalamnya terdapat macam-macam jenis burung. Tiga bangku diantaranya menghadap ke arah barat dan yang lainnya menghadap ke timur.  Panjang terasku 15 meter dan lebarnya 5 meter, dengan ubin yang berwarna hitam.  
Dari bangku terasku, terlihat beberapa orang melewati rumahku, dengan berpakaian koko dan sarung, dengan muka yang basah terbasuh air wudu. Tidak hanya menggunakan baju koko, diantaranya ada juga yang menggunakan kemeja lengan panjang yang bagian lengannya digulung hingga siku dan celana bahan, dengan wajah yang tampak letih. Tidak lama kemudian keluarlah ayah dari dalam rumah menggunakan koko putih  lengan pendek dan sarung  hitam, ayah mengenakan peci putih di kepalanya. Semerbak wewangian yang berasal dari baju ayah  tercium  sangat menyengat. Ayahku pun  menuju masjid yang jaraknya 50 meter dari rumahku.
Lampu jalanan mulai menyala, cahaya jingga terpancar dari lampu jalan. Orang-orang yang berlalu-lalang melewati rumahku mulai tidak terlihat. Lantunan ayat-ayat suci sudah mulai terdengar dari pengeras suara masjid. Aku pun mempercepat langkahku memasuki rumah. Kemudian dengan segera aku menyalakan lampu teras rumahku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment