Ruang Memasak

            Pagi itu, aku terbangun dari tidurku. Aku duduk sejenak, dan kemudian kubuka pintu kamarku. Kuberjalan lima langkah menuju sebuah ambang pintu, dimana ibuku biasa memasak disana. Aku berjalan seraya menggeser sebuah kursi yang ada, untuk kemudian aku duduki, dan kupandangi ibuku. Ibuku yang sedang membelah punggung setengah kilo udang secara satu persatu, dengan pisau kecilnya, di ruang memasak kami yang sederhana. Ruang memasak, atau kalian bisa saja menyebutnya dapur. Dapur kecil, yang di sanalah ibuku memasak berbagai macam masakan yang menjadi favorit keluarga kami. Dapur ini bukanlah merupakan dapur modern seperti acara-acara memasak di televisi. Namun hanya sebuah dapur sederhana, yang jika aku berdiri di tengahnya sambil menghadap ke sisi barat, maka terdapat sebuah kompor yang tidak terlalu tua di sisi kiriku. Kompor yang kira-kira sudah berumur 18 tahun ini masih mampu menghasilkan api yang cukup bagus untuk memanaskan penggorengan hingga oven. Namun sayang, kompor bermerek Hitachi ini sudah tidak ada di pasaran, bahkan mungkin sudah tidak diproduksi lagi, entah mengapa.
Di bawah tempat ibuku meletakkan kompor, terdapat satu rak kecil dengan isinya, yaitu berbagai bumbu dapur seperti lada, bumbu penyedap, dan sebagainya. Ada pula bawang putih, bawang merah, serta bawang bombay, dan masih ada pula yang lainnya. Kemudian jika kita agak melirik ke kanan di samping rak itu, terdapat gas 12kg yang bersebelahan dengan tempat sampah.
            Di dapurku, tidak terdapat cooker hood atau mungkin kita lebih mengenalnya dengan penghisap asap. Kami tidak membutuhkannya, karena kami sudah cukup dengan jendela yang berada tepat di depan kompor. Biarlahasap aroma masakan itu keluar melalui jendela hingga menimbulkan aroma sedap bagi yang menghirupnya.
Kemudian jika aku melirik sedikit ke sisi kanan dari kompor itu, terdapat sebuah rak kecil untuk menaruh piring dan juga gelas-gelas basah yang baru selesai dicuci. Rak dua tingkat, dimana bagian atas untuk menaruh gelas dan bagian bawah untuk menaruh piring, mangkuk dan sejenisnya sebelum dimasukkan ke dalam lemari penyimpanan piring dan gelas.
            Selesai membelah punggung udang dan menyiramnya dengan air mengalir, ibuku mengambil penggorengan yang terletak di atas tempat cucian piring, tepat di hadapanku, jika aku berdiri menghadap ke barat. Yaa.. Terdapat seperti gantungan baju untuk di belakang pintu, yang terpaku di dinding, di atas tempat cucian piring untuk menaruh penggorengan dan sejenisnya.
Jika sebelumnya terdapat sebuah rak untuk piring dan gelas, maka di sisi kanan tempat cucian piring ada sebuah keranjang kecil untuk menaruh telur-telur yang sudah dicuci untuk jika kemudian akan dimasak. Kemudian disamping keranjang itu, terdapat beberapa tempat untuk menaruh sendok dan juga garpu, saringan teh, serta spatula atau sodet, pisau, dan juga gunting yang sudah di tata dengan sedemikian rupa oleh ibuku. Di pojok kanan di hadapanku, terdapat berbagai botol yang diletakkan dengan rapi, seperti kecap manis, asin, kecap ikan, berbagai macam saus, garam dan sebagainya. Sedangkan di sisi utara, yaitu di sebelah kiriku, terdapat meja berukuran sedang, yang di atasnya terdapat sebuah rice cooker, blender, dispenser, serta pure it. Sedangkan di bawah meja terdapat beberapa baskom, juga satu kardus indomie goreng. Di dinding, di atas meja, terdapat sebuah kitchen set guna meletakkan berbagai piring dan mangkuk saji, yang tentunya sudah tertata dengan rapi.
            Dan itulah sekilas mengenai ruang memasak atau dapur yang ada di rumahku, dapur yang sederhana, tidak begitu luas, atau bahkan cenderung kecil. Namun dengan segala sesuatunya yang ditata dengan teratur, membuatnya terlihat begitu rapi dan bersih. Lantainya pun tidak lengket karena disapu dan dipel setiap hari.

Kulihat ibuku selesai sudah membumbui udang yang akan digorengnya. Akupun beranjak untuk mandi, agar ketika aku selesai mandi, aku dapat mencicipi udang goreng yang baru selesai digoreng oleh ibuku. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment