JAKA TARUB
(FAIZAL FAHRI 1112046200003)
Jaka
Tarub adalah
seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan
untuk berburu di kawasan gunung keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga.
Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari sedang mandi di
telaga tersebut. Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang yang
tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai
mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari,
karena tidak menemukan selendangnya, tidak mampu kembali dan akhirnya ditinggal
pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub
lalu muncul dan berpura-pura menolong. Bidadari yang bernama Nawangwulan itu
bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub karena hari sudah senja.
Singkat
cerita, keduanya lalu menikah. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang
dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub
agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah
menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi
menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang
banyak. Jaka Tarub yang penasaran tidak menanyakan tetapi langsung membuka
tutup penanak nasi. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak
itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa.
*****
Akibat hal
ini, persediaan gabah di lumbung menjadi cepat habis. Ketika persediaan gabah
tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendangnya, yang ternyata disembunyikan
suaminya di dalam lumbung.
Akhirnya Nawangwulan
pun akhirnya pergi menemui suaminya.Dengan wajah yang kesal Nawangwulan pun
mencari Jaka Tarub,tapi Jaka Tarub yang sudah mengetahui hal ini pun segera
pergi ke hutan tanpa sepengetahuan Nawangwulan.Sepanjang hari Nawangwulan
mencari-cari suaminya hingga akhirnya ia lelah sendiri dan tertidur.
Singkat
cerita,setelah tiga minggu Jaka Tarub meninggalkan rumah akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali untuk meminta kepada
Nawangwulan.Diam-diam ia masuk ke dalam rumah tapi ia tak juga menemukan
istrinya.Setalah berkeliling ke seluruh ruangan rumah,Jaka Tarub pun akhirnya
melihat sang istri sedang duduk.Jaka Tarub pun segera memberanikan diri untuk
menghampiri Nawangwulan.Tapi ketika ia hendak menghampiri seketika seorang
laki-laki yang membawa seikat bunga pun juga menghampiri Nawang wulan,Jaka
Tarub pun menghentikan langkah kakinya dan melihat betapa mesranya mereka
berdua.Betapa hancur hati Jaka Tarub saat itu.
Dengan hati yang
kesal ia pun memutuskan untuk pergi selama lamanya.Ia pergi ke Telaga dengan
niat agar bisa mengambil selendang seorang bidadari yang sedang mandi dan
menjadikannya istri.Setalah berhari-hari menunggu akhirnya ada juga bidadari
yang datang untuk mandi.Tanpa ragu lagi ia langsung berlari dan mengambil
selendang bidadari tersebut,padahal bidadari tersebut belum menanggalkan satu
pun pakaian tersmasuk selendangnya.Akhirnya,bidadari itu pun marah dan
berteriak Maliiing.. Maliiing..!! para warga pun datang mengejar dan menangkap
Jaka Tarub.Jaka Tarub pun akhirnya tertangkap dan di pukuli sampai mati.






0 comments:
Post a Comment