WARKOP
Oleh : Faizal Fahri
Oleh : Faizal Fahri
Saat ku
berjalan menuju tempat itu sudah terdengar dari kejauhan suara-suara banyak
orang bersorak-sorai, Nampak dari depan tempat ini berspanduk yang bergambar
semangkok indomie dan secangkir kopi panas lengkap dengan asap panas yang
menguap ke udara, dan di sini sedia segalanya.
Kulangkah
kan kaki ku memasuki tempat ini, baru beberapa langkah saja aku sudah mencium
bau yang tidak enak dan nafasku mulai sesak, ternyata di seluruh ruangan ini di
penuhi oleh asap dari bakaran tembakau yang di bakar para pengunjung tempat ini.
Di lantai
banyak sekali puntungan-puntungan rokok yang berserakan di mana-mana, dan di
tambah abu rokok yang membuat lantai sedikit kusam dan berdebu. Di atas meja
panjang tersusun rapi se keranjang roti, gorengan , kaleng krupuk dan juga
minuman-minuman yang tinggal seperempat gelas yang telah di pesan oleh
pengunjung sebelumnya.
di balik meja panjang itu, terlihat
seseorang sibuk membuat mie instan, kopi, dan teh. Dan orang-orang di depannya
sibuk menatapi bujur sangkar berwarna hitam, dan bersuara berukuran 14 ins,
ternyata sedang ada siaran sepak bola, dan gemuruh yang ku dengar adalah sorak
sorai para pengunjung di sini.






0 comments:
Post a Comment