Pagi Di Kampung Halaman
Malam ini
rasanya lelah sekali, setelah menempuh perjalanan tiga jam mengendarai motor
menuju kampung halamanku ini. Kubaringkan badanku yang lelah di kasur dan benar
saja, mata ini tidak kuat untuk terbuka lebih lama padahal waktu baru
menunjukan pukul 19.57 dan aku tertidur saat itu juga.
Azan Subuh
membangunkanku, kulihat jam menunjukan pukul 04.36 pagi. Pagi ini badanku sudah
lumayan segar dari semalam, tapi pagi disini menyambutku dengan udara
dinginnya. Aku menarik selimutku, menutupi kakiku yang dingin, badanku memang
sudah tidak lelah tapi udara dingin pagi pertamaku dikampung halaman ini,
membuatku menggigil.
Setelah
salat subuh, aku mengenakan jaketku dan keluar dari rumah karena aku ingin
menikmati suasana pagi, yang tidak setiap hari bisa kudapatkan di Jakarta yang
ramai dan bising. Angin yang menyambutku di luar begitu lembut dan segar,
pohon-pohon bergoyang seirama dengan tiupan angin, sesekali dedaunan pun
berjatuhan. Langit memang belum sepenuhnya terang, namun aku tidak mengurungkan
niatku untuk berjalan-jalan. Aku menyusuri jalanan kampung yang tidak beraspal,
terkadang aku merasakan batu yang kuinjak.
Melihat
beberapa orang kampung yang bergegas seperti akan menuju ke sawahnya, aku
mengikuti mereka. Aku berjalan di belakang mereka yang sambil berjalan sesekali
bergurau dan tertawa. Di depanku terhampar berhektar-hektar sawah yang masih
hijau, suara burung sesekali kudengar, dan aku melihat gunung yang terlihat
begitu dekat namun sebenarnya jauh.
Aku berjalan
ditengah padi-padi hijau itu, sesekali sambil berjalan kubentangkan tanganku
untuk menyentuh padi-padi itu dan kurasakan helaian padi yang basah. Udara pagi
di tengah sawah ini begitu sejuk, seperti mengirup udara yang sama dengan
padi-padi segar itu. Pemandanganku tertuju pada para petani yang kuikuti tadi,
mereka bekerja dengan bahagia, sesekali kumelihat mereka menghela nafas dan
tersenyum kemudian melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
Waktu
sepertinya berjalan dengan cepat, matahari sudah terbit dan seakan tersenyum
menyambut pagi di kampung ini. Menyapa setiap orang yang sudah memulai
aktifitasnya di pagi ini pula. Damai dan tenang
memandang padi-padi yang terhampar indah ini, kuhirup udara dalam-dalam
dan tersenyum. Betapa nyamannya menikmati pagi di kampung halaman.






0 comments:
Post a Comment