Kamar Tidurku
Kubuka
pintu kayu bewarna coklat tua dengan gagang pintu bewarna emas. Terasa sekali
sejuknya ruangan ini. Pendingin ruangan sengajaku nyalakan agar pada saat aku masuk
kembali keruangan ini menjadi sejuk. Tidak besar memang, namun kutata ruangan
ini agar menjadi tempat peristirahatan yang nyaman. Ruangan ini menandakan
sekali pemilik ruangan ini adalah wanita karena mempunyai warna merah muda di
dindingnya.
Berjalan
sedikit memasuki ruangan, terletak tempat tidur yang tidak begitu besar. Disinilah
aku beristirahat, membaca dan mendengarkan lagu. Di samping tempat tidurku
terletak meja yang terbuat dari anyaman eceng gondok, disitulah aku menaruh
lampu tidurku.
Didepan
kasur terdapat lemari kayu yang mempunyai tiga pintu. Aku menaruh pakaian-pakaianku
dan sepatuku didalamnya. Di tengah lemari itu mempunya kaca yang besar, biasa
kugunakan untuk merapikan diri. Disebelah lemariku ada sebuah rak buku bewarna
biru yang kusimpan berbagai buku pelajaran, novel, cerpen dan majalah. Diatas
rak buku yang tidak terlalu tinggi aku letakan beberapa bingkai foto, terdapat
foto keluarga dan teman-temanku.
Aku
meletakan karpet bewarna coklat muda dan bergambar singa yang cukup untuk aku
beribadah di lantai kamarku. Didinding kamarku kuletakan lampu-lampu hias kecil
untuk membuat kamarku lebih cantik. Lampu itu dapat berubah warna seperti
kuning,hijau,biru dan merah. Terdapat bingkai-bingkai lukisan kecil yang
tertata rapi agar dinding kamarku tidak polos.
Dipojok
ruangan terdapat jendela yang memakai tirai bewarna hijau. Jendela itu mempunyai
pemandangan keluar rumah. Pada pagi hari jendela ini dapat kubuka lebar-lebar
agar udara segar dapat dengan masuk kedalam kamarku. Tidak lupa kubuka tirai
jendela itu agar sinar matahari dapat masuk dengan seperti ini kamarku akan
menjadi ruangan yang sehat dengan sirkulasi udara yang baik.






0 comments:
Post a Comment