RUANG KELAS AKUNTANSI
Siti
Aisyah
Saat pintu ruang kelas kubuka, terlihat
seorang wanita cantik yang duduk di balik meja tepat di pojok depan ruangan
yang berhadapan dengan tempatku berdiri. Ia menatapku sambil melepas senyum,
terlihat anggun namun menelan kekecewaan akan keterlambatanku hari itu. Terlihat
semua mata memperhatikan langkahku serta terdengar suara berbisik yang menandai
kekecewaan mereka. Lalu ku alihkan
pandanganku mulai dari sisi kiri hingga ke kanan, di sana terdapat kursi-kursi
yang sudah terisi penuh. Meski awalnya pandangaku tertuju pada sebuah kursi
kosong tepat dipojok kanan depan yang mungkin sengaja ditujukan untukku, namun aku
mengurungkan niatku untuk duduk di sana.
Kuri-kursi yang tersusun rapi
membuat barisan dan tepat di tengah-tengah barisan terdapat ruang yang
membaginya menjadi dua bagian. Aku berjalan menuju pembatas bagian tersebut,
bola mataku berputar mencari tempat duduk, lalu kuputuskan duduk di kursi paling pinggir pembatas pada barisan kelima.
Lampu yang menyala membuat seisi ruangan terlihat jelas.
Aku duduk sendiri pada barisan
sebelah kanan dan terletak paling belakang di antara mereka, sedangkan barisan
yang tepat berada di sampingku hanya terisi seorang wanita serta seorang
laki-laki yang berjarak dua bangku darinya. Dan kursi-kursi dua baris di
belakangku terlihat kosong.
Saat materi kuliah akan disampaikan,
empat dari enam buah lampu di ruang tersebut sengaja dimatikan agar tampilan slide dapat terlihat dengan jelas,yaitu
dua pasang lampu paling depan dan dua pasang lampu yang terletak paling
belakang, sedangkan dua lampu tengah dibiarkan menyala.
Layar slide yang berada tepat di depan kelas berukuran agak lebar,
sehingga mampu menutupi seperempat dari papan tulis. Di depan ruang kelas
terdapat pula sebuah rak kayu dengan tinggi kira-kira 1 meter yang berada tepat
di belakang kursi dosen.
Setelah beberapa menit berlalu,
terasa udara dingin semakin menusuk karena ternyata aku duduk tepat di hadapan
pendingin ruangan yang berada di sisi kanan atas. Ruang kelas yang agak gelap
ditambah terdapatnya dua pendingin ruangan yang sama-sama berada di sisi kanan
atas semakin membuat udara di ruang tersebut terasa sangat dingin.
Tiba-tiba tercium bau parfum yang
lembut menyebar, menyadarkan lamunanku di kelas akuntansi saat itu. Yang
ternyata bau parfum sang dosen yang telah berdiri di sampingku sambil
menerangkan materi kuliah saat itu.






0 comments:
Post a Comment