Jaka Tarub


Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di kawasan gunung keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga. Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari sedang mandi di telaga tersebut. Karena terpikat,Jaka Tarub mengambil selendang yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari, karena tidak menemukan selendangnya, tidak mampu kembali dan akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarublalu muncul dan berpura-pura menolong. Bidadari yang bernama Nawangwulan itu bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub karena hari sudah senja.

Singkat cerita, keduanya lalu menikah. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak. Jaka Tarub yang penasaran tidak menanyakan tetapi langsung membuka tutup penanak nasi. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa.
Nawangwulan bergabung kembali bersama bidadari lain.

Akibat hal ini, persediaan gabah di lumbung menjadi cepat habis. Ketika persediaan gabah tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendangnya, yang ternyata disembunyikan suaminya di dalam lumbung. Mengetahui hal ini Nawangwulan mempunyai niat untuk meninggalkan Jaka Tarub karena kesal dengan Jaka Tarub, selang 2 minggu kemudian Nawangwulan benar-benar pergi meninggalkan suaminya untuk selamanya. Jaka Tarub sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi namun semua ia hadapi dengan gagah berani. Memasuki era orde baru tepatnya tahun 1998 ia memulai karirnya sebagai Jendral Angkatan Darat Indonesia berjibaku membasmi mafia asing yang ingin menguasai Indonesia , dia tahu bahwa zaman semakin berubah semenjak orde baru hidup para rakyat semakin kacau balau yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, biaya hidup mahal banyak orang asing yang mulai menguasai Indonesia sedangkan orang dalam Negeri tertindas. Menyadari hal itu Jaka Tarub berusaha keras mengubah hidup rakyatnya , ia rela menghabiskan gaji nya untuk di bagi-bagikan kepada warga di sekitar kampungnya agar mereka dapat membiayai hidupnya.
Memasuki millenium baru tepatnya tahun 2010 dia menjabat sebagai walikota di Jogjakarta ,ia bekerja keras dari pagi sampai malam selama bertahun-tahun untuk menghidupkan kota nya tersebut, memenuhi apa yang di inginkan warganya diantaranya biaya hidup murah, berobat gratis, banyaknya lapangan kerja , semua telah dia lakukan bersama staff yang lainya, semua masyarakat Jogja merasakan perubahan itu semua mereka ingin agar Jaka Tarub menjabat lebih lama lagi karena berkat dialah masyarakat menjadi makmur dan sejahtera. Tak lama kemudian Jaka Tarub memasuki periode terakhir masa jabatanya, di akhir jabatanya dia telah membangun sekolah gratis, berobat gratis, menyediakan lapangan kerja yang luas, dia telah membangun Jogja kearah yang lebih baik lagi. Tepatnya tahun 2013 Jaka Tarub mencoba peruntunganya untuk mencalonkan menjadi Gubernur Ibu Kota Jakarta. Di sana ia banyak sekali mendapat teman baru, pelajaran baru, pengalaman baru. Dia berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-citanya tersebut, setiap hari ia rapat di berbeda tempat, blusukan ke pemukiman warga melihat keadaan sekitar, mengadakan seminar di seluruh Jakarta, menebar janji-janji manis kepada warga .
Tepat di hari perhitungan suara Jaka Tarub meminta kepada warga agar memilih sesuai dengan hati nurani selang waktu berjalan di umumkan lah pemenang pemilihan Gubernur Jakarta tidak di sangka Jaka Tarub lah yang terpilih menjadi Gubernur untuk memimpin Jakarta 5 tahun kedepan. Dimasa kepemimpinanya dia berusaha melakukan apapun agar Ibu Kota Indonesia ini tidak banjir setiap musim hujan datang, ia mulai membersihkan waduk di sekitar Jakarta, membuat saluran yang besar untuk menampung air hujan, memperkuat tanggul di seluruh sungai, yang paling penting ia mengingatkan kepada seluruh warga Jakarta agar tidak membuang sampah sembarangan. Di sektor Transportasi ia mulai mempercanggih angkutan umum yang di kenal dengan Transjakarta (Busway) dengan memesan 1000 unit bus dari jepang, ia bekerja bersama wakilnya yang bernama Jaka Tingkir dan telah membangun Jakarta dengan cukup baik. Tepatnya pada Tahun 2014 Jaka Tarub meninggalkan Jakarta untuk melaksanakan tugas yang lebih berat yaitu memimpin Indonesia kalau ia terpilh menjadi presiden. Warga Jakarta sangat kecewa dengan pernyataan tersebut dan menilai Jakat Tarub tidak melaksanakan tugas dengan maksimal untuk membangun Jakarta kearah lebih baik.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment