Goa Pindul

                Liburan semester ini aku putuskan untuk berlibur ke jogja. Hari pertama berada di sana aku dan teman-temanku memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata goa pindul. Kita berangkat dari penginapan sekitar jam 10 pagi, cuaca jogja saat itu sangat panas, kita berangkat dengan mengendarai motor, perjalanan terasa begitu lama. Goa pindul berada di dusun Gelaran, Bejiharjo. Cukup jauh dari tempat penginapan kita.
                Sesampainya di sana kita registrasi dan membayar uang masuk. Setelah itu kita mamakai pelampung dan diberikan ban karet berwarnahitam, lalu kita menunggu mobil yang akan membawa kita menuju start awal goa tersebut untuk cave tubing. Setiap kelompok terdiri dari 10-15 orang, dan setiap kelompok akan ditangani oleh dua petugas, satu bagian depan sebagai petunjuk arah dan satunya di belakang sebagai mengatur atau menjaga perserta yang mungkin tertinggal. Jadi kita duduk di atas ban yang berada di atas air dan setiap orang per kelompok wajib saling berpegangan tali ban agar tidak terpisah.
                Di dalam goa tersebut kita bisa melihat stalagmit dan juga stalaktik yang masih aktif beberapa, selain itu juga di sana terdapat banyak kalelawar yang biasa orang sana sebut dengan kampret. Goa tersebut terdapat tiga area, yaitu semi gelap, gelap dan terang. Pada area semi gelap dan terang keadaan di sana tidak terlalu seram, namun sagat berbeda pada area gelap. Pencahayaanhanya di dapat dari senter yang dipegang oleh petugas, selain itu kita juga harus menjaga omongan dan sikap selama berada di goa tersebut.Selain gelap keadaan di sana juga dingin, sesekali teman di sampingku berbisik merasakan merinding berada di sana.
                Setelah selesai cave tubing kita pindah ketempat selanjutnya.Petugas mengarahkan kita untuk rafting sungai. Perjalanan dari tempat awal menuju rafting lumayan jauh, kita berjalan kaki menuju ke sana, ditambah lagi dengan cuaca panas yang sangat menyengat dan kita tidak menggunakan alas kaki. Namun semua itu terbayar dengan suasana di sana. Pemandangan dan udara di sana sangat segar, walaupun cuaca masih tetap terik. sungai tersebut sangatdalam, sehingga mengharuskan kita untuk tetap menggunakan pelampung atau tetap berada di atas ban. Di sana juga ada beberapa orang yang loncat dari atas tebing yang tingginya kurang lebih lima meter. Setelah lama bermain dengan air, dan perut pun sudah mulai lapar, kita memutuskan untuk makan di sebuah saung kecil. Tidak ada makanan berat di sana, namun tempe mendoan dan tahu goreng hangat sangat cukup untuk mengganjal perut kita yang kosongJ

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment