Setibanya aku di depan rumahku, tubuhku terasa bergetar,
suara perut yang berderu seakan tak sabar ingin menyantap makan siang. Aku bergegas membuka pintu rumahku, dan
berjalan kearah dapur rumahku ,di dapur itu aku lihat ibuku sedang memasak,
dengan pakaian daster dan rambut ikal yang dikuncirnya, cantiknya ibuku.
Di dapur itu ibuku sedang
memasak, ya di dapur yang tidak begitu luas dan juga tidak begitu sempit . Ibuku
memasak menggunakan kompor listrik, yang di bawah kompor listrik itu terdapat gas yang di tutup dengan lemari lemari
kecil, dan di atas kompor listrik itu terdapat cooker hood, yang berguna
sebagai pengisap asap yang timbul dari
aktivitas memasak di dapur. Di sudut kanan ibuku terlihat rak rak piring yang
tersusun rapih, dan tempat mencuci piring yg sangat bersih tanpa ada satupun
piring kotor, juga tempat sampah yang tidak jauh diletakan disamping tempat
mencuci piring. Dan di sudut kiri ibuku terdapat rice cooker, oven, dispenser, juga kulkas , dan di sisi atas ibuku di kelilingin oleh lemari pantry dapur
yang dilapisi kayu bercat coklat dan silver. Wah dapur ini memang sangat bersih
dan tertata rapih.
Sambil menunggu
ibuku memasak aku duduk dimeja makan, bersiap menyantap masakan ibuku yang
hampir matang, hm meja makan ini juga tersusun rapih, dengan enam kursi yg
melengkapinya. Diatas meja makan juga
dilengkapi dengan alat alat makan seperti sendok, garpu dan tudung nasi ,
dapur ini terasa sangat lengkap lagi ketika ibuku melengkapi meja makan ini
dengan hidangan masakannya yang sangat lezat.





0 comments:
Post a Comment